Community Development



Community Development Ialah salah satu upaya dalam pengembangan suatu masyarakat secara berkelanjutan dan aktif, berdasarkan prinsip-prinsip keadilan sosial dan saling menghargai .Para pekerja kemasyarakatan berupaya memfasilitasi warga dalam proses tercipta nya keadilan sosial dan saling menghargai melalui program-program pembangunan secara luas yang menghubungkan seluruh komponen masyarakat. Pengembangan masyarakat sering kali diimplementasikan dalam bentuk kegiatan.Pertama,program-program pembangunan yang memungkinkan anggota masyarakat memperoleh daya dukung dan kekuatan dalam memenuhi kebutuhannya. Kedua,kampanye dan aksi sosial yang memungkinkan kebutuhan-kebutuhan warga kurang mampu dapat di penuhi oleh pihak-pihak lain yang bertanggung jawab. [1] Dari itu Community Development dapat diartikan sebagai suatu metode bagi individu-individu dalam meningkatkan kualitas hidupnya, serta dapat berdampak bagi lingkungan eksternalnya. Dengan demikian, pengembangan komunitas bersifat dinamis karena melibatkan interaksi sosial di dalam komunitas
Perserikatan Bangsa-Bangsa mendefinisikan Community Development ” as the process by which the efforts of the people themselves are united with those of governmental authorities to improve the economic, social and cultural conditions of communities, to integrade these communities into the life of the nations, and to enable them to contribute fully to national progress”.[2] Dari definisi ini dapat diartikan bahwa community development adalah suatu proses mencapai suatu hal, dengan memaksmilkan sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang dimiliki oleh suatu pemerintah, untuk memperbaiki kondisi ekonomi, sosial, dan kebudayaan, dan mengintegrasikan masyarakat di dalam konteks kehidupan berbangsa, serta memberdayakan mereka agar mampu memberikan kontribusi secara penuh untuk mencapai kemajuan pada level nasional.
Tujuan dari pengembangan komunitas adalah bagaimana sebuah proses pendampingan masyarakat menghasilkan “keberdayaan” masyarakat.Keberdayaan adalah sebuah kondisi ketika komunitas memiliki kapasitas dan otoritas yang memadaiuntuk memilih. Proses pendampingan komunitas (community organizing) merupakan kegiatan pemberdayaan (empowerment) dimana pendamping membantu komunitas untuk memperoleh kapasitas (capacity) dan otoritas (power) untuk memilih apa yang terbaik bagi diri mereka sendiri. Pada dasarnya pemberdayaan merujuk pada kekuatan politik (political power), yaitu kekuatan untuk mengambil keputusan (decision-making power).[3]


[1] Payne, M. (1997). Modern social work theory. Chicago, Ill.: Lyceum Books.
[2] ” as the process by which the efforts of the people themselves are united with those of governmental authorities to improve the economic, social and cultural conditions of communities, to integrade these communities into the life of the nations, and to enable them to contribute fully to national progress”.
[3] Swanepoel, Henni dan Frik De Beer. 2006. Community Development: Breaking The Cycle Of Poverty. Fourth Edition. Juta and Co Ltd. Lansdowne, South Africa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Outline Penelitian Hubungan Internasional Universitas Lampung

Review Jurnal and Cosmopolitan Democracy : Bridging the gap between propopents and opponets karya Christos A. Frangonikolopoulos

The Idea of the National Interest