Review Jurnal and Cosmopolitan Democracy : Bridging the gap between propopents and opponets karya Christos A. Frangonikolopoulos
Pada jurnal Global Governance and Cosmopolitan Democracy :
Bridging the gap between propopents and opponen karya Dr Christos A.
Frangonikolopoulos menawkan bahwa Cosmopolitan Demokrasi menawarkan sebuah
reformasi sistem yang ada di global governance. Christos juga berpendapat bahwa
Cosmopolitan Democracy memiliki serangkaian asumsi asumsi yang fundamental
dalam di bangun dari ide-ide cosmopolitan democracy yakni : pertama, berawal dari kegagalan negara
dalam melindungi warga negaranya dari ancaman-ancaman lintas beatas dan negara kedua, Liberalisasi ekonomi, yang
berdampak ke level politik internasional ketiga,
kenyataan bahwa saat ini setiap individu memiliki rasa saling memiliki
mereka memandang mereka merupakan sebuah singel humanity yang memiliki takdir yang
sama.
asumsi di atas yang mendorong global governance yang mencoba
menyelasikan permasalah-permasalahan yang di alami oleh negara-negara dunia
dengan memberikan solusi serta cara cara menyelesaikan permasalah yang mereka
hadapi. Kosmopolitan demokrasi juga
merupakan perluasan prinsip prinsip dmeokrasi dan dirasa paling ideal dalam melihat
gap yang terjadi di politik global yang juga membahas mengenai keamanan dunia,
ekonomi global,
Jurnal ini juga membahas bahwa global governance lebih
berorientasi kepada proses pembentukan
maupun penerapan aturan-aturan serta norma-norma yang dapat diterima secara
global daripada berorientasi kepada hasil akhir yang berupa institusi-institusi
formal. Yang dikehendaki dalam global governance adalah munculnya keteraturan
(order) maupun keterdugaan atas perilaku-perilaku aktor dalam hubungan
internasional.
Jurnal ini
membahas juga mengenai kosmopolitan memiliki akar yang mempercayai bahwa
nilai-nilai bersama yakni kebebasan, sama rata, melindungi hak asasi manusia,
lebih lanjut kosmopolitan demokrasi menawarkan keseimbangan dari sistem global
governance dengan memiliki tujuan perdamaian dunia, pembangunan serta ketidak
merataan yang terjadi di dunia.
Global
Governance dalam interaksinya di dunia internasional sering mengakomodasi
interaksi yang terjadi antara
aktor-aktor yang berada di sistem internasional baik negara, NGOs, INGOs
bahkan termasuk individu sebab bagi global governance setiap aktor memiliki
posisi yang setara.
Global
Governance sering kali membahas isu isu kemanusian dibandingkan isu isu terkait
negara, hal ini yang membuat global governance adalah sebuah konsep yang
berdasarkan sebuah moral. Christos juga berpendapat bahwa Global Governance
dalam upayanya membentuk aturan-aturan bersama selalu mengedepankan konsensus
antar seluruh aktor dan tanpa didasari oleh paksaan.
Christos secara
tidak langsung berpendapat bahwa Global Governance merupakan hasil dari ide ide
kosmopolitan yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalah-permasalah yang
menimpa masyarakat. Dan juga selalu mencoba memberikan solusi terbaik dalam
menghadapi permasalah yang ada sedang terjadi di dunia.
Komentar
Posting Komentar