Resensi dan Review Buku Rogel Riddel : Does Foreign aid Realy Work?


Sebuah Review Buku Rogel Riddell : Does Foreign aid Realy Work? 


(Part III : Bab 11 The Impact of official development aid projects)
Introduction
Bantuan Internasional telah cukup lama hadir di Dunia Internasional, Kehadiran Bantuan Internasional dalam membantu negara-negara untuk terlepas dari kemiskinan masih di perdebatkan, Bantuan Internasional ke negara-negara seperti di Afrika dinilai belum sukses dalam membantu masyarakat Afrika, tetapi Bantuan Internasional yang diberikan ke Korea Selatan dinilai cukup sukses, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Korea.
Project Aid
Official Development Asssistance dalam memberikan bantuan internasional masih fokus kedalam isu isu seperti Kesehatan, Kebersihan Air, Pendidikan dan pada Isu Pariwisata, Perdagangan ODA belum memberikan fokus yang lebih pada Isu ini. ODA dalam memberikan sebuah bantuan internasional mengharapkan Output yang spesifik dan Konkret; Bangunan Sekolah, Buku Sekolah, Klinik Kesehatan. Bahkan ODA memberikan Pelatihan Skill Kerja pada masyarakat setempat. Masyarakat Internasional mulai mempertanyakan kesuksekan sebuah Project Bantuan Internasional, dan United Nations menjawab kekhawatiran itu pada 2003 UNDP melakukan Publikasi bahwa dari 400 Project Bantuan Internasional Periode 1999-2002 84% Project telah membawa dampak yang baik bagi masyarakat, sedangkan di Periode 1992-1998 56% Project Bantuan Internasional  membawa dampak yang baik bagi masyarakat. The Asian Development Bank 2005 Report, juga melakukan publikasi bahwa dari 1000 Project bantuan Internasional, 710 Project telah sukses. Mayoritas Project yang sukses di Asia adalah tenatang Transportasi dan Energy. Sedangkan kurang dari 50% Project pada sektor Financial dan Agricultur yang suskes.
Project Aid Successes
Kesehatan; 1956 di negara negara miskin ada sebuah wabah smallpox wabah ini membuat 15mn masyarakat meninggal. Organisasi Kesehatan Dunia melakukan berbagai upaya untuk membasmi Wabah ini dan pada 1977 Wabah ini terakhir di temukan di somalia, 1980 WHO menyatakan bahwa wabah ini telah tiada di Dunia. Untuk membasmi Wabah ini WHO menerima Bantuan Internasional sebesar 98 milyar dolar.
Education :Sepuluh tahun pemerintah Australia telah membantu masyarakat Papua New Guine untuk melek pendidikan, setidaknya dari 510.000 menjadi 1 milyar masyarakat PNG yang pergi ke sekolah. Bantuan Internasional yang diberikan Australia ini sangat berpengaruh bagi 270.000 anak-anak dan 4200 Sekolah. Bantuan ini juga berpengaruh bagi Guru-Guru yang berada di PNG, Tranfer Skills, Menerapkan Kurikulum Pendidikan Australia di Papua New Guine.

Project Aid Failure
10% hingga 25 % Project Aid mengalami kegagalan atau tidak hadir dalam menyelesaikan suatu permasalahan, Pada tahun 2003 terdapat sebuah project aid mengenai sebuah infrastruktur, Semua sudah dipersiapkan dengan matang, membuat design, bahkan memperhitungkan kemungkinan project ini akan gagal, tetapi persiapan yang matang itu tidak cukup, sebab cuaca alam : Banjir menjadi penyebab infrastruktur itu mengalami kegagalan. Di Madagaskar terdapat sebuah project mengenai pembangunan sebuah shelter bagi tuna wisama, semua persiapan telah dilakukan, Shelter telah terbangun tetapi setelah Shelter itu dibuka bagi umum, orang-orang tidak ada yang mengunjungi shelter tersebut, hingga Shelter tersebut ditutup.
The Aggregate impact of Project Aid
Setelah selesainya sebuah Project Aid, ada beberapa hasil material yang dihasilkan dari Project tersebut, seperti dalam Project Pendidikan akan ada hasil berupa alat-alat sekolah, kebutuhan sekolah, kurikulum pendidikan, di Project Kesehatan akan ada hasil berupa dibangungnya klinik kesehatan, alat-alat medis, namun efek jangka panjang sebuah project aid masih dipertanyakan apakah dengan adanya Project Aid dalam bidang pendidikan mengurangi angka buta huruf?, dengan dibangunnya klinik kesehatan angka kematian menurun?, Bagi negara donor; apabila sebuah project berhasil maka Project tersebut akan membawa efek jangka panjang, demi meningkatkan taraf kehidupan suatu masyarakat. Di tahun 1990 ketika negara-negara di Eropa melaksankan sebuah project aid, di dapat sebuah data bahwa hanya 5% masyarakat zambia, 10% Zimbabwe, 20% Di India yang merasakan impact project aid dalam jangka waktu yang lama. Terdapat sebuah Indikator keberhasilan dalam Project Aid bidang kemiskinan: Perubahan dalam status kehidupan, Perubahan dalam sumber daya, Perubahan dalam Pengetahuan dan Perubahan dalam mendapatkan hak-hak, dan banyak Project di Bidang Kemiskinan, 60% Project berhasil meningkatkan status kehidupan, 90% Project berhasil membawa Masyarakat dalam mengakses sumber daya, 80% Membawa masyarakat lebih berpengetahuan, 68% berhasil membawa masyarakat mendapatkan hak-haknya.[1]

(PART III : BAB 13 The Impact of aid at the country and cross-country level )
Penelitian mengenai dampak dari sebuah bantuan internasional telah dilaksanakan oleh beberapa negara, namun karena minimya penelitian tersebut dan hanya berasal dari berbagai negara donor saja, tidak semua bantuan internaskional terdapat report keberhasilan dan kegagalan sebuah Project aid maka sulit untuk menarik sebuah kesimpulan apakah sebuah bantuan internasional memang membantu negara-negara miskin/berkembang dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya. Sebab beberapa bantuan internasional yang diberikan ke negara-negara penerima tidak semua project membuangkan sebuah dampak yang positif dan berkelanjutan.

Sector
Negara


Infrastruktur
Pendidikan
Kesehatan
Lingkungan
Agrikultur
Urban
Development
Family Planing
Kemiskinan
Kebijakan
pertumbuhan
Korea Selatan

Success

Success

Success


Success

India
Failed

Success

Success
Success

50% success, 50% failed


Ghana
Failed






50% success, 50% failed
Success

Tanzania

Success








Kolombia

Success






Success

Success
Kenya
Success


Failed






Malawi
Success


Failed

Failed




Bangladesh






Success
Failed


Turkey
Failed









Uganda









Success
Nikaragua









Success
Tabel 1.1 Data keberhasilan bantuan internasional di berbagai bidang.[2]
Data yang tersaji menunjukan bahwa setiap negara memiliki karaterisktiknya masing-masing, dan hal ini menurut kami yang membuat sebuah project berhasil atau membawa dampak yang baik, maka bagi kami apabila negara-negara pemberi donor dalam memberikan bantuan internasional lebih memperhatikan karateristik negara tersebut, dan melihat apakah negara tersebut apabila diberi bantuan internasional di suatu bidang akan berhasil atau tidak, supaya bantuan internasional tidak salah sasaran dan tidak menimbulkan masalah di masa depan

Kunci Keberhasilan Bantuan Internasional
Komitmen masyrakat dan pemerintah dinilai menjadi sebuah kunci bagi keberhasilan dan keberdampakan suatu Bantuan Internasional. Sedangkan ketidakstabilan Macroekonomi, kondisi dunia internasional, stabilitas politik, serta konflik merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan keefektivan sebuah bantuan internasional.

Kelebihan Buku
1.      Part 11 bahasa yang digunakan lebih mudah dipahami, serta Rogel berhasil menjelaskan dengan sangat rinci.
2.      Posisi Rogel cukup dapat dilihat
3.      Data pendukung yang digunakan rogel cukup membantu dalam penjelasan Ide yang dikemukakan oleh dirinya

Kelemahan Buku
1.      Data yang digunakan oleh rogel cukup usang
2.      Rogel tidak mampu memberikan sebuah indikator kegagalan sebuah project
3.      Bahasa yang digunakan pada Bab 13 sukar dipahami

Posisi Penulis
Buku karya Rogel khusunya pada Bab 11 dan 13 cukup membantu dalam memahami keberhasilan dan kegagalan suatu bantuan internasional, tetapi sangat disayangkan data yang digunakan oleh Rogerl bukanlah data terbaru. Setalah membaca Bab 11 dan 13 Penulis sedikit menarik kesimpulan bahwa bantuan internasional memang membawa dampak yang positif  bagi human/country development, dan setelah membaca tulis rogerl intisari yang didapat ialah Project Aid membawa perubah dalam jangka waktu pendek namun masih di pertanyakan bantuan internasional dalam membawa perubahan dalam jangka waktu yang lama, diharapkan negara pendonor tidak meninggalkan negera penerima setalah project selesai tetapi tetap di perhatikan negara penyelenggaran sebuah project.





[1]  Cox and Halley
[2] Casen Study

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Outline Penelitian Hubungan Internasional Universitas Lampung

Review Jurnal and Cosmopolitan Democracy : Bridging the gap between propopents and opponets karya Christos A. Frangonikolopoulos

The Idea of the National Interest